Connect with us

KESEHATAN

Waspadai Kondisi Medis Penyebab Sering Buang Air Kecil

WWW.DETIKAKURAT.COM – Padang, Kedokteran mengatakan jika terlalu sering buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu.

Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil, serta gejala lain yang mungkin menyertai.

  • Infeksi Saluran Kemih

    Rasa ingin selalu buang air kecil tidak dapat di tahan,diiringi demam, dan rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut bagian bawah, dapat menjadi pertanda infeksi saluran kemih.
  • Kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder) 

    Kondisi dimana otot kandung kemih berkontraksi secara berlebihan, sehingga menyebabkan keinginan untuk buang air kencing walaupun kandung kemih belum penuh urine.

  • Infeksi GinjalDisamping sering buang air kecil, gejala infeksi ginjal lainnya adalah sakit punggung,sakit pada pangkal paha, mual,demam serta menggigil
  • Batu GinjalBatu Ginjal merupakan batu mineral yang terbentu di dalam ginjal ketika urine terkonsentrasi. Gejala lainnya pada batu ginjal adalah kencing yang keluar sedikit-sedikit di sertai rasa nyeri, sakit pada perut bagian bawah, terdapat darah pada urine atau warna urine berubah menjadi gelap atau keruh.
  • KehamilanPada awal kehamilan, uterus akan tumbuh dan menekan kandung kemih sehingga menyebabkan sering buang air kecil.
  • DiabetesSering buang air kecil dengan jumlah urine yang banyak, seringkali merupakan gejala diabetes. Hal ini disebabkan karena tubuh berusaha membersihkan glukosa yang tidak terpakai di darah melalui urine.
  • Gangguan prostat

    Pembesaran prostat dapat menekan uretra atau saluran kemih dan menutup aliran urine. Hal ini menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi. Akibatnya, kandung kemih menjadi mudah berkontraksi bahkan ketika hanya ada sedikit urine, sehingga sering muncul rasa ingin buang air kecil.
  • Mengonsumsi obat-obatan diuretikIni adalah obat untuk tekanan darah tinggi atau penimbunan cairan di ginjal. Obat diuretik akan membuang cairan berlebih di dalam tubuh, mengakibatkan keinginan buang air kecil secara terus menerus.
  • Stroke atau penyakit sarafKerusakan pada saraf yang mengatur fungsi kandung kemih dapat memicu seringnya buang air kecil.
  • Divertikulitis atau peradangan pada dinding usus besarGejalanya yaitu rasa nyeri pada perut bagian kiri bawah, sering buang air kecil yang disertai rasa nyeri saat kencing, dan perdarahan dari dubur.
  • Faktor psikologisSalah satunya adalah kecemasan berlebihan yang berlangsung lama. Misalnya kekhawatiran tentang keuangan, pekerjaan, sekolah, atau keluarga, tapi tidak dapat menjelaskan penyebabnya secara spesifik (gangguan kecemasan umum). Selain sering buang air kecil, gejala lainnya yaitu jantung berdebar-debar, berkeringat, otot tegang, sulit tidur, lelah, sulit konsentrasi, gemetaran, serta gangguan saluran cerna.

Biasanya diperlukan pemeriksaan urine untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine. Selain itu, mungkin juga dilakukan tes lainnya seperti tes pencitraan, tes neurologis, serta tes urodinamik. Tes pencitraan seperti USG bertujuan untuk menampilkan gambar dari dalam tubuh. Tes neurologis bertujuan untuk memeriksa apakah ada gangguan saraf. Sedangkan tes urodinamik berguna untuk memeriksa seberapa baik keadaan kandung kemih, sfingter, dan uretra.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in KESEHATAN