Connect with us

FEMALE

Ini Pengaruh Antara Patah Hati dengan Masalah Kulit

Detik Akurat – O-M-G! Penurunan kondisi kulit yang terjadi saat patah hati ternyata bukan hanya sekadar perasaan saja. Faktanya, kebiasaan buruk yang kamu lakukan untuk mengobati luka itu dapat menunjukan tanda fatigue (kelelahan) pada kulit akibat kombinasi stres dan pola makan yang tidak benar. Jangan sampai kamu melewati kesempatan bertemu the boy next door hanya karena masalah kulit. Ini pengaruh patah hati terhadap masalah kulit. Simak!

Kulit Mengalami Penuaan Karena Junk Food
Apakah kamu mengobati luka patah hati dengan mengonsumsi junk food (termasuk kue dan pasta) berlebihan? Well, makanan lezat memang dapat meningkatkan mood. Akan tetapi, makanan yang tinggi akan kandungan gula berpengaruh terhadap inflamasi, yang menjadi penyebab penurunan kualitas kolagen dalam kulit. Jika kamu mengombinasikannya dengan dairy food, maka kulitmu berisiko ditumbuhi jerawat.

Kamu bisa tetap melakukan proses healing dengan makanan lezat, namun mengganti topping pizza dengan sayur, hanya mengonsumsi satu scoop es krim, dan mengontrol seluruh kandungan gulanya. Try healthy, but still yummy.

Kulit Menjadi Sangat Sensitif Karena Peningkatan Adrenalin
Tidak heran bila kulit menjadi lebih sensitif ketika patah hati. Debra Luftman, selaku dermatologis ternama di Beverly Hills, Amerika Sertikat, mengatakan bahwa patah hati menyebabkan peningkatan adrenalin di dalam tubuh. Hal ini memicu reaksi kulit terhadap peradangan, karena tubuh sedang berada dalam kondisi siaga.

We know it sounds cliché, tapi menjaga relaksasi tubuh dan pikiran adalah cara terbaik untuk menghindari perubahan kondisi kulit. Kamu hanya membutuhkan satu menit untuk melakukan teknik pernapasan dengan cara: duduk tenang dalam posisi yang nyaman, tutup mata, lalu hitung sampai lima setiap menarik napas. Teknik ini mengaktifkan respon relaksasi alami tubuh yang juga menenangkan kulit.

Produksi Minyak Bertambah Akibat Stress
Jika jenis kulitmu yang normal tiba-tiba ditumbuhi banyak jerawat, rasa depresi akibat patah hati adalah penyebabnya. Dermatologis asal New York, Julie K. Karen menjelaskan bahwa efek kimiawi stress mengirimkan sinyal dari otak ke kulit. Lebih buruk lagi, jika kamu mengalami stress dalam waktu yang lama, maka hormon kortisol akan mengirimkan sinyal ke kelenjar sebum untuk meningkatkan produksi minyak. Nooo!!

Lalu Regenerasi Kulit Menjadi Lambat
Selain meningkatkan produksi minyak pada kulit, stress berlebih juga membuat regenerasi sel-sel kulit melambat. Ditambah lagi, banyak orang yang malas melakukan apa pun ketika patah hati, dan hal ini termasuk melakukan rutinitas kecantikan. Hasilnya, kulit menjadi tampak kusam, bermasalah, dan tidak segar.

…dan Hilangnya Lapisan Pelindung Kulit
Pengaruh patah hati (yang tentu saja menyebabkan stress) terhadap kecantikanmu adalah mengurangi kinerja laipsan pelindung kulit. Jika lapisan tersebut mengalimi kerusakan, maka kulitmu akan lebih sulit untuk melakukan proses penyembuhan, termasuk menangkal bahaya polusi dan radikal bebas. So, girls.. meski sedang patah hati, jangan malas untuk melakukan rutinitas kecantikan, serta menggunakan produk skincare. Kamu tidak tahu kapan the boy next door akan hadir, ‘kan?

Baca Juga:

Cara Menghilangkan Jerawat yang Praktis dan Ekonomis
7 Resep Masker Lidah Buaya untuk Kulit Bercahaya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in FEMALE